Postingan

Belum Ada Judul

Sejenak berceloteh tentang harapan dan kebutuhan mungkin untuk fase itu.. demi penggenapan agama in syaa Allah. Akhir-akhir ini sedang sering terpikir mengenai pernikahan. Mungkin bagi sebagian orang ini adalah tema biasa, tak ada yang istimewa mungkin. It's Ok, i don't care 'bout it. Menulis hal ini hanya untuk diri sendiri .. ruang muhasabah dan takhith mungkin :p Bagi orang seperti saya yang terlalu banyak keunikannya dari manusia atau wanita pada umumnya tentu ada rasa tersendiri saat membahas dan menuliskan hal ini. Ada rasa syukur, bahagia seperti "akhirnya, si fischutiflyers bisa juga mantap dan tenang memikirkan hal ini.. akhirnya seriusan dia siap ke fase ini in syaa Allah.. bi idznillah.. Alhamdulillaah". Lho memangnya yang kemarin-kemarin tidak ada rasa seperti itu? Mungkin ada, tapi tidak seperti sekarang. Bila saja pembaca blog ini menjadi seorang fischutiflyers tentu akan paham kelebayan hal ini :) Bagaimana dulu saat masih sekolah (entah SMP at...

Tafsir Surat An Nashr

TAFSIR SURAT AN-NASHR Oleh Ustadz Muhammad Ashim bin Musthofa إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ، وَرَأَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُونَ فِي دِينِ اللَّهِ أَفْوَاجًا، فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ ۚ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا 1. Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. 2. Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong. 3. Maka bertasbihlah dengan memuji Rabbmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Menerima taubat. [an-Nasr/110 : 1-3] Surat an-Nashr, dikenal juga dengan sebutan surat at-Taudi’ (perpisahan) [1]. Surat yang berjumlah tiga ayat ini disepakati oleh para ulama sebagai madaniyyah. Maksudnya, turun setelah peristiwa hijrah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ke Madinah, dan termasuk surat yang terakhir diturunkan. [2] Dalilnya yaitu: عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ قَالَ قَالَ لِي ابْنُ عَبَّاسٍ تَعْلَمُ ( وفي لفظ: تَدْرِي ) آخِرَ سُورَةٍ نَزَلَتْ مِنْ الْقُرْآنِ نَزَلَتْ ...

Doa'in Aja

Gambar
Ada masanya kalimat itu sudah tidak menjadi jawaban yang mendinginkan bagi setiap orang yang mempertanyakannya. Ya, saya sudah lalui semua hal itu. Alhamdulillaah. Mulai dari hanya sekedar bertanya "kapan"-"siapa", menawarkan bantuan untuk mencarikan atau memang menawarkan dirinya sendiri demi menjadi mudanya atau untuk suaminya sendiri atau untuk anaknya sendiri.. hingga akhirnya dijumpai respon "doa'in aja" pun dijawab lagi dengan "doa'in mah selalu, bla bla" Sampai akhirnya hanya memilih menghindar dan menghindar dan diam lalu diam.. hahaha. Speechless. Diri ini pun sudah melalui beragam hal sampai akhirnya sempat tidak percaya dengan yang namanya manusia, menyangsikan "teman", "sahabat", dsb. Dan akhirnya pun diri ini harus merayu, agak memaksa diri sendiri agar bisa kembali trust, nyaman dengan semua kata kata yang disangsikan-dianggap hanya omong kosong, tidak nyata. Ya terpikir harus didik diri sendir...

Me

That's why i just wanna go away.

Iseng

Makan mie ramen gekkara tanpa kuah jstru ga berasa pedasnya hanya berasa Asin.. hehehe... lucu Padahal ngarepnya ketka ga pakai kuah bsa sama rasanya kayak samyang gireng itu.. ahahahay.. Mie rebus yg direkayasa seperti mie goreng vs mie goreng Ahhahay.. absurd

:)

Look! I'm so cute. I can hug my self 😄 Kesalahan adalah modal kesuksesan 😂 Makin banyak berbuat salah dan dipersalahkan maka makin besar peluang sukses 😅 Menjadi penengah, pemersatu tidaklah selalu mudah. Kadang adalah hal yang teramat berat, sulit dan tidak sederhana.. 😊 Sesedih apapun dirimu, ketahuilah Allah memperhatikanmu hingga akhirnya Dia selalu perintahkan tentara di semestaNya untuk menghiburmu hingga mereda dan hilang saat itu sedihmu lalu melupa, mungkin. 😊 Ketika engkau selalu merasa sendiri, ketahuilah.. sadarilah.. Allah tidak meninggalkanmu, wahai diri! 😃 Ketika engkau merasa tak ada yang dapat memahamimu segalanya, ingatlah engkau bukan satu-satunya di dunia..  ☺ Ketika engkau sedih dan sangat sedih.. sekalah air matamu.. ingatkah kamu bahwasanya setiap kesedihanmu itu terhitung olehNya? 😃 Ingatkah bila engkau masih bersama abiogenesis? Sungguh semesta memperhatikanmu. ...

Kembali

Akhir pekan kemarin, via whatsapp, saya diminta kembali ke sana. Mendapat kabar demikian, agak berkecamuk rasa di hati dan akal.. Hingga tak tahu harus merasa bahagia, syukur atau apa. Tapi, Alhamdulillaah.. Allah melalui bisikan jiwa masih mengingatkan diri ini agar tidak lupa ucapkan Alhamdulillaah untuk setiap yang terjadi pada diri. Alhamdulillaah. Kemudian tersenyum ringan. Iya akhir pekan ini lebih tepatnya diri ini diminta kembali ke sana setelah 6-8 bulan lamanya diminta 'tinggal' di suatu titik. Pemindahan ke titik B ini ( kita sebut saja demikian ya dan titik sebelum dipindah kita sebut sebagai titik A) terjadi setelah beberapa bulan Bapak wafat dan saat itu masih dalam tahap pemulihan jiwa jilid empat serta pemulihan fisik yang baru pulih setelah beberapa kali sering drop.. Dan akhirnya ditambah dengan perintah pindah itu untuk saya seorang diri. Yang lebih sadis adalah semua itu dilakukan frontal hehe.. Hingga akhirnya orang yang 'melakukannya' menganggap...